Jumat, 12 Oktober 2012

LOVEBIRD

Do you like this post?
Akhir-akhir ini, pasar burung di Indonesia diramaikan dengan tren dan pangsa pasar baru. Adalah Lovebird yang mengubah tren itu. Burung lovebird ini konon adalah burung yang manja, hal ini dikarenakan burung ini selalu membutuhkan pasangan untuk hidup.
Burung lovebird mulai marak menggempur pasar burung di Indonesia pasca lebaran tahun lalu itu perlahan mempunyai penggemar fanatik tersendiri. Burung ini banyak dipelihara masyarakat dari kalangan menengah keatas karena harganya yang relatif mahal.
Jenis burung jenis ini sangat banyak dan setiap jenisnya mempunyai harga yang berbeda-beda.mulai dari lotino ,ata merah, lotino mata hitam, pastel kuning dan lovebird kepala emas mempunyai pangsa tersendiri. Kebanyakan penggemar burung menaksir harga burung ini dari panjangnya kicauan yang dikeluarkan burung yang lucu ini.
Selain di nilai dari kicauannya, penggemar burung ini sangat tertarik pada warna burung lovebird ini. Bulu yang beraneka warna terlihat sangat mencolok di mata. Keindahan warna bulu inilah yang sering menggoda pembeli yang ingin memiliki burung ini. Warna bulunya sendiri, sudah nampak ketika burung berusia 1 mingguan.
Jika burung lovebird mempunyai kualitas prima dalam suara dan warna bulunya, maka harga burung tersebut akan sangat mahal di karenakan burung tersebut akan menjadi induk dengan turunan yang akan sangat bagus pula.
Menurut salah seorang penjual lovebird di Pasar Gawok Solo, Aris (22), meski tinggi rendahnya harga burung lovebird dipengaruhi oleh musim, namun kualitas induk juga banyak berpengaruh terhadap harga anakan lovebird. “Kalau induknya bagus, otomatis anaknya bagus dan harganya bisa dipastikan mahal,” katanya.
Masih menurut Aris, harga peranakan lovebird berumur 2 bulan paling murah harga dipasaran sekarang ini mencapai 200 ribu per ekor, sementara harga burung yang termahal mencapai 1,3 juta per ekor. “ paling murah itu yang jenis kepala emas sedang yang paling mahal jenis lotino mata merah,”.
Setali tiga uang dengan anakan lovebird berusia 4 bulan. Jenis kepala emas menjadi burung dengan harga termurah dengan kisaran harga 650 ribu per ekor. Sedangkan yang termahal tetap dipegang lotino mata merah dengan harga yang mencapai 1,5 juta rupiah per ekornya. (harga selengkapnya ada di tabel harga peranakan lovebird).
Lalu mengapa harga lotino mata merah menjadi yang termahal?. Secara terperinci, Aris menjelaskan bahwa keunikan lotino mata merah sendiri yang membuatnya banyak dicari penggemar burung lovebird. “ kekontrasan warna bulu dan warna mata menjadi sebabnya, bulu berwarna hijau dan mata merah itu unik,”tambahnya.
Burung lovebird ini biasanya di pasok dari daerah Klaten dan Purwodadi Jawa tengah. Para penjual di Pasar burung gawok harus aktif mencari yang berkualitas bagus agar tidak keduluan terbeli oleh pedagang lainnya. “ biasaya saya sampai harus muter-muter di desa-desa di Klaten hanya untuk mendapat burung lovebird ini,” kata Aris.
Lalu bagaimana prospek untuk berternak sendiri dirumah?. Menurut Aris prospeknya sangat bagus, apalagi burung jenis ini sangat banyak dicari, setidaknya sampai satu atau dua tahun kedepan. Harganya relatif stabil. Sedangkan bagi yang hobi memeliharanya, burung lovebird akan sangat meramaikan suasana pagi. “ burung ini cerewetnya terutama sehabis subuh,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar